Pendakian Gunung Semeru (15-19 SEPTEMBER 2010)

 

Gunung Semeru merupakan aktif dengan ketinggian 3676 Mdpl dan merupakan gunung tertinggi di pulau jawa. Pada tanggal 14 September 2010 kemarin aktivis dari MEPA-UNS merasa tertantang untuk mendaki Gunung Semeru yang merupakan tempat meninggalnya aktivis mahasiswa tahun 60an (Soe Hok Gie). Dengan peserta lima orang yaitu Yogy, Fajar, Asri, Nuhi, Ismi, dengan semangat kepencintaalaman dan aktivis MEPA melakukan persiapan mulai dari fisik sampian kesiapan logistik.

Tanggal 15 September 2010
Pagi yang dingin menusuk tulang, sekitar pukul 03.00 WIB kereta yang ditunggu-tunggu sejak jam 12 malam baru saja datang, kereta ekonomi Matarmaja jurusan Pasar Senen-Malang dengan perlahan tapi pasti mulai mendekat ke Stasiun Solo-Jebres, tak lama kemudian kereta mulai bergerak perlahan meninggalkan stasiun menuju kota Malang. Dari sinilah petualangan di mulai, sampai di Malang pukul 11.00WIB mereka bergegas mencari angkot untuk ke Terminal Arjosari dan oper ke Terminal Tumpang, akan tetapi ada angkot yang menawarkan untuk langsung ke Terminal Tumpang dan harganya pun cocok. Di dalam angkot itu ternyata bukan hanya rombongan dari MEPA-UNS saja melainkan ada rombongan dari Jakarta yang juga akan naik ke Gunung Semeru dan tim MEPA-UNS pun menyempatkan diri untuk saling bertukar cerita. Pukul 12.00 WIB sampai di Terminal Tumpang, disana banyak Jeep yang sedang menunggu penumpang. Sambil menunggu penumpang yang lainnya, tim MEPA-UNS memutuskan untuk mengisi perut yang dari kemarin sore belum terisi apapun.

Pukul 15.30 WIB berangkat dari Terminal Tumpang menuju Basecamp Ranu Pane, sampai di Basecamp Ranu Pane pukul 15.30 WIB tim pun segera bersiap diri. Mulai dari packing ulang sampai persiapan peralatan pribadi. Setelah siap semua Tim MEPA-UNS mulai briefing dan berdoa supaya di berikan keselamatan dan kelancaran dalam pendakian.

Pukul 19.15 WIB Tim MEPA-UNS berangkat menuju Ranu Kumbolo, perjalanan datar, sempit, licin, tanah yang labil dan jurang kiri kanan membuat perjalan malam Tim sangat menegangkan beruntung tidak ada hujan, bulan purnama yang indah menerangi perjalanan menuju Ranu Kumbolo. Selama berjalan 5 jam terdapat 4 pos (selter permanen), sampai di Ranu Kumbolo pukul 00.10WIB Tim segera mendirikan tenda karena udara di Ranu Kumbolo sangat dingin ketika malam hari, sekitar 5 derajat celcius. Setelah semua siap, Tim beristirahat untuk menyiapkan fisik untuk perjalanan besok.

Pagi yang cerah di Ranu Kumbolo, Tim mulai membuka mata pukul 05.45 WIB terlihat cahaya matahari di balik tenda, dengan menahan letih karena perjalanan semalam, didepan mata tersuguhkan pemandangan yang elok, pemandangan indah Ranu Kumbolo, dinginnya hembusan angin dan hangatnya sang mentari. Sangat KEREENN…..!!!

Sambil menikmati pemandangan yang indah ini para cewek2 mulai memasak dan para cowok2 menyiapkan untuk packing, setelah perut terisi penuh dan semua perbekalan untuk melanjutkan perjalanan sudah siap,pukul 09.05 WIB Tim melanjutkan perjalanan menuju Kalimati. Baru berjalan belum sampai 5 menit kami di hadapkan dengan jalan menanjak yang disebut Tanjakan Cinta. sangat berat sekali mendaki Tanjakan Cinta, di butuhkan semangat dan kegigihan yang lebih, tanjakan dengan panjang sekitar 20 meter dengan kemiringan 60 derajat sangat lumayan menguras tenaga, setelah melewati Tanjakan Cinta kami tiba di Oro-oro Ombo, daerah sabana yang luas, diperkirakan dahulu adalah ranu(danau) yang sekarang sudah mengering, tak lama mulai masuk hutan dengan pohon cemara yang sangat banyak sekali yang disebut Cemoro kandang (hehehe…kayak nama basecamp pendakian G.lawu), jalan menanjak yang panjang dan sangat melelahkan setelah berjalan sekitar hampir 4 jam,pukul 13.10WIB Tim sampai di Kalimati, yaitu ladang Edelwise terluas di semeru, akan tetapi jumlah Edelwise yang ada sekarang sudah berkurang, pohon Edelwise yang produktif tinggal sangat sedikit sekali….beruntung pada saat itu bunga2 edelwise sedang berbunga dan kamipun dapat melihat keindahan bunga Edelwise yang sedang mekar dengan latar belakang puncak Mahameru…

Saat itu daerah kalimati yang sebenarnya sepi dengan sekejap berubah menjadi perkampungan,tenda2 dome banyak berdiri, pendaki2 mulai berdatangan. Tim segera membangun tenda karena cuaca sepertinya akan turun hujan,dan ternyata prediksi benar,tak lama kemudian gerimis turun, Tim memutuskan untuk segera beristirahat untuk mempersiapkan fisik untuk pendakian ke Puncak Mahameru nanti malam.

Pukul 01.20 WIB bulan baru bersinar terang,menerangi perkampungan tenda2 Kalimati, tetesan embun dari daun2 cemara sehabis hujan mengores kulit menusuk ke tulang. Hembusan angin tak menyurutkan semangat Tim untuk mendaki, Tim menyiapkan perbekalan secukupnya untuk melanjutkan perjalanan ke puncak Mahameru, tenda dan ransel kami di tinggal di kalimati, tenang saja di semeru tidak ada yang berani mencuri, sampai ada yang berani mencuri dia tidak akan selamat. Setelah briefing dan berdoa kamipun berangkat melewati jalan menanjak dengan pepohanan yang masih lebat menuju daerah Arcapada yang ditempuh sekitar 1jam,dan diteruskan menuju Cemara Tunggal, yaitu pohon terakhir sebelum memasuki track pasir,dan sebagai penanda jalur pendakian ketika turun.
Pukul 04.05 WIB Tim mulai masuk di track pasir, yaitu jalan menanjak yang berupa hamparan pasir hitam kasar yang mudah longsor, dengan perjuangan dan semangat akhirnya sampai di puncak mahameru pukul 07.30 WIB, diawali oleh Yogy, dususul Asri, dan terakhir Fajar, sayang sekali Nuhi dan Ismi tidak bisa melanjutkan perjalanan sampai puncak dikarenakan kondisi fisik yang kurang baik, puas sekali bisa mengabadikan Inmemoriam Soe Hok Gie, kawah Jonggring Saloka, dan kepulan asap yang keluar dari kawah setiap 10 menit sekali. Tidak terasa sudah pukul 09.10 WIB waktunya harus turun karena asap belerang mulai pekat dan menusuk di hidung, perjalanan turun ke perkemahan Kalimati ternyata sama melelahkannya mungkin karena fisik kami sudah banyak terkuras ketika naik ke puncak, sampai di Kalimati pukul 15.00 WIB, kami memutuskan untuk beristirahat mengumpulkan tenaga untuk pulang besok.

Keesokan harinya kami mulai bersiap untuk masak/sarapan, dan packing, pukul 09.00 WIB kami mulai berjalan turun dari Kalimati menuju Ranu Kumbolo sebagai spot peristirahatan turun, akan tetapi belum ada setengah perjalanan, kondisi fisik Nuhi semakin melemah dan bebannya pun dibagi-bagi kami berempat, dengan perlahan akhirnya sampai di Ranu Kumbolo pukul 12.30 WIB kami beristirahat untuk mengisi air minum dan mencuci muka menyegarkan badan, pukul 13.00 WIB kami mulai berjalan lagi, dan lagi-lagi kondisi nuhi semakin melemah dan drop ketika di Pos 3 dan suasana mualai gelap dan hujan turun agak lebat, akhirnya kami putuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan, karena logistik dan air kami mulai menipis, pukul 23.00 WIB kami baru sampai di basecamp dan menginap di basecamp, karena kendaraan untuk turun ke Tumpang sudah tidak ada. Besok pagi kami turun dengan mobil Jeep turun ke Tumpang Malang. Banyak angkot yang ngetem disana yang bisa mengantar kita sampai stasiun maupun Terminal Arjosari Malang, kami memutuskan naik bis untuk pulang ke Solo karena untuk naik kereta sudah tidak ada, dari malang untuk ke Solo harus transit di Surabaya terlebih dahulu, setelah menempuh sekitar 8 jam dari Malang ke Solo, akhirnya tengah malam kami sampai di Solo dengan Selamat.. ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s