Catatan Perjalanan Goa Jomblang

Sabtu, 14 Maret 2015, MEPA UNS melakukan susur gua Jomblang di Semanu Gunungkidul. Gua Jomblang termasuk jenis gua vertikal dengan tipe “collapse doline” yang terbentuk dari peristiwa amblasnya tanah ke dasar bumi beserta vegetasinya. Peserta yang mengikuti kegiatan ini ada 28 orang yang terdiri dari anggota MEPA UNS, eksponen dan eksternal. Sebelum hari H, kami sudah mempersiapkan peralatan untuk susur gua vertikal dan tidak lupa mengadakan latihan SRT (Single Rope Technique), berhubung gua Jomblang merupakan gua vertikal, peserta perlu diberikan materi dan praktek TPGV (Teknik Penelusuran Gua Vertikal) agar meminimalisir insiden saat kegiatan caving berlangsung. Jumat sore peserta berkumpul di sekretariat MEPA, setelah packing dan briefing kami berangkat menuju gua Jomblang pukul 18.00. Perjalanan memakan waktu sekitar 2,5 jam, sampai di basecamp pak Brewok pukul 20.30, peserta diberi briefing dan rundown kemudian kami semua beristirahat.jomblang persiapan

Esok harinya di hari H susur gua, cuaca kurang bersahabat. Saat itu hujan rintik-rintik, tim rigging berangkat menuju lokasi untuk membuat lintasan. Pukul 10.00, hujan sudah mulai reda, setelah semua peserta selesai memakai coverall, helm, sepatu boots dan sebagian memakai set srt, semua berangkat menuju lokasi. Tim caving berbagi tugas, ada yang bertugas menjaga anchor, mengawasi peserta yang turun, mengkoordinasi peserta yang masih di atas, menyiapkan konsumsi dan dokumentasi. Peserta dibagi menjadi 2 kloter, kloter pertama turun dahulu dan disusul kloter kedua. Karena set SRT terbatas, set tersebut harus ditransfer dari bawah ke atas, cukup memakan waktu karena bagi pemula yang belum terbiasa dengan set SRT memasangnya memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Tetapi keamanan adalah hal yang utama, itulah yang ditekankan kepada peserta, satu hal lagi, jangan panik!

Jalur yang digunakan adalah jalur VIP, dengan lintasan polos. Untuk turun ke dalam gua, pertama kami berjalan kaki melewati batuan yang tersusun seperti anak tangga/slope dengan bantuan kermantle menuju ke anchor utama. Kemudian satu per satu peserta turun dengan menggunakan set SRT. Setelah sampai ke dasar gua, kami memulai penyusuran ke gua Grubug, butuh waktu sekitar 15 menit untuk menempuh jarak 300 meter dari mulut gua sampai ke dalam gua. Untuk masuk ke gua Grubug, kami melewati jalan yang sudah dibuat dari susunan batu. Lorong gua sangat besar, hampir sebesar lapangan sepakbola. Kami masuk ke dalam, dan melihat ray of light, kesempatan yang hanya bisa ditemui pada pukul 10.00-13.00 disaat sinar matahari terbias sempurna ke dalam gua Grubug yang memiliki kedalaman sekitar 90 meter ini. Kemudian kami berfoto-foto di dekat flowstone yang sangat besar yang menjadi ikon gua Grubug, istirahat sejenak dan makan bekal snack yang sudah dibawa. Di dalam gua terdapat sungai bawah tanah yang alirannya cukup deras dan ornamen-ornamen gua. Setelah kloter pertama dan kedua melakukan penyusuran, kami naik ke atas. Setelah semua naik ke atas, satu orang tim caving melakukan cleaning lintasan. Cleaning berakhir pukul 23.00, karena jumlah peserta yang banyak dan ascending yang memakan waktu yang cukup lama.jomblang

Minggu pagi, setelah sarapan dan evaluasi kami bersiap-siap packing untuk pulang. Pengalaman yang tidak terlupakan, kebersamaan, dan pengetahuan baru. Ternyata dalam kegelapan abadi, ada keindahan yang tidak ternilai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s