Catatan Perjalanan Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan 2016

img-20160806-wa0015

Gunung Slamet merupakan gunung api aktif yg terletak di antara 5 kabupaten, yaitu Kabupaten BrebesKabupaten BanyumasKabupaten PurbalinggaKabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Dengan ketinggian sekitar 3428 diatas permukaan laut menjadikan gunung ini tertinggi kedua dipulau Jawa setelah Gunung Semeru.

Day 1

Pada pendakian Gunung Slamet via Bambangan yg dilaksanakan pada tanggal 4 – 6 Agustus 2016, kami berlima belas personil terdiri dari Saya (khanif), Budi, Dinar, Dela, Lutfan, Mega, Zaroh, Aji, Rifki, Yogi, Kurniawan, Pak Untung, Pak Agus, Dias, Tria berkumpul di Stasiun Solobalapan. Dengan tiket yg sudah dipesan sebelumnya kami berangkat pukul 06.15 menggunakan kereta Joglokerto jurusan Solobalapan-Purwokerto dengan tarif yaitu Rp 75.000,00/orang. Setelah mencari tempat duduk sebagian dari kami tertidur untuk menyimpan tenaga. Pukul 10.15 kami sampai di Stasiun Purwokerto dan bertemu bapak pemilik carteran,beliau sudah menuggu kedatangan kami. Tarif carter untuk bak terbuka Rp 250000,00 sedangkan carter mobil carry seharga Rp 350000,00. Dari Stasiun langsung meluncur ke Basecamp Bambangan,Purbalingga,memakan waktu 2 jam an lebih. Sampai Bacecamp pukul 12.30 dan langsung menyantap makan siang. Setelah makan siang kami mengurus ijin pendakian,packing ulang dan malaksanakan ibadah sholat dzuhur. Tarif untuk ijin pendakian sendiri Rp 5000/orang.

Jpeg

Pukul 14.00 kami mulai mendaki setelah sebelmunya melakukan pemanasan dan berdoa bersama. Karena 15 orang dirasa terlalu banyak untuk mendaki bersama maka diputuskan untuk dipecah menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri dari khanif (saya), mega, lutfan, pak untung, pak agus, dias, tria berangkat duluan sedangkan sisanya kelompok 2 berangkat 20 menit kemudian.

img-20160817-wa0055
tim 1 & 2
img-20160817-wa0053
tim 2

Basecamp-Pos 1

Jpeg

Trek dari basecamp hingga pos1 masih terbilang landai, melewati ladang penduduk dan berubah menjadi semacam hutan pinus. Sampai di pos 1 Pondok Gemirung pukul 16.00, kami istirahat sejenak sambil meneguk air secukupnya. Di pos 1 terdapat bangunan yg berguna untuk berteduh dan warung2 yg menjul aneka makanan. Di sela-sela istirahat kelompok 2 menyusul sampai pos 1. Saat kami(kelompok 1) akan lanjut tiba-tiba Yogi tersadar tas selempangnya tertinggal di pos 1 bayangan. Akhirnya dia turun kembali ditemani Dinar untuk mencarinya.

Pos 1-Pos 2

Lanjut dari pos 1 trek sudah langsung menanjak dan vegetasi berubah menjadi lebih tertutup oleh pohon-pohon besar.Kami sempat beberapa kali beristirahat untuk mengatur nafas dan menstabilkan stamina sambil memakan beberapa makanan kecil yang kami bawa. Pukul 17.30 tiba di Pos 2 Pondok Walang. Di sini kami istirahat sambil sesekali mendengar suara adzan maghrib dari bawah.

Pos 2-Pos 3

Hari mulai gelap,setelah istirahat dirasa cukup kami menyiapkan headlamp lalu melanjutkan berjalan menuju pos 3. Medan kurang lebih sama dengan sabelumnya dengan vegetasi yg tertutup dan lebat. Suasana terasa hening saat kami berjalan,hanya suara desahan nafas yg terdengar. 90 menit kemudian pos 3 Cemara akhirnya terlihat dan langsung melepas tas lalu mengatur nafas. Pos 3 ini berupa tanah datar yg lumayan luas,mungkin cukup untuk 4-6 tenda.

Pos 3-Pos 4

Pukul 20.15 kami mulai berjalan kembali menembus dinginnya malam yg mulai tidak karuan. Menuju pos selanjutnya trek masih didominasi hutan lebat yg tetap menanjak hingga pos 4. Pos Yg bernama Samarantu dan akhirnya sampai pukul 20.50. Di pos ini konon adalah tempat angker,terdapat 2 pohon besar yg menyatu dan katanya adalah pintu untuk menuju alam ghaib. Di sini berupa tanah sempit dan jarang pendaki yg mendirikan tenda.

Pos 4-Pos 5

Karena pos 4 yg katanya angker kami tidak berlama-lama istirahat di sini. Pukul 21.00 langsung lanjut kembali berjalan menuju pos selanjutnya dengan vegetasi lebih sedikit terbuka namun masih lebat dan memakan waktu sekitar 100 menit. Sampai di pos 5 Samyang Rangkah pukul 22.40,sudah banyak sekali tenda berdiri. Di pos ini terdapat bangunan sama seperti pos 1. Kami memutuskan untuk mendirikan tenda di sini karena fisik yg sudah amat sangat capek dan lemas ditambah kelompok 2 yg masih jauh dibelakang,belum lagi kabar Yogi dan Dinar yg mungkin lebih jauh lagi dibelakang karena mencari tas selempangnya. Pos 5 ini merupakan salah satu pilihan pendaki untuk mendirikan tenda selain pos 7 dan terdapat sumber mata air. Setelah dirasa cukup mengatur nafas dan menengguk air kami lalu membongkar “kulkas” dan langsung mendirikan tenda. Setelah tenda berdiri kami membuat minuman hangat untuk mengurangi rasa dingin yg melanda. 45 menit kemudian kelompok 2 sampai Pos 5 diikuti Budi,Dinar,Yogi 20 menit setelahnya. Kami kemudian memasang 2 tenda lainnya yg memang dibawa kelompok 2. Semua tenda telah berdiri kami pun bergegas mengganti baju yg basah oleh tetesan keringat dan mulai memasak,makan,dan akhirnya terlelap.

Day 2

Pukul 06.00 kami bangun lalu memasak untuk mengisi tenaga yg akan dikuras habis dalam mencapai Atap Langit Jawa Tengah.

Pos 5-Pos 6

Dalam perjalanan menuju puncak atau yg lebih dikenal Summit Attack semua peralatan dan logistik kami tinggal di pos 5. Untuk keperluan air dan makanan ringan dibawa saya dan dinnar yg masing-masing menggunakan carrier . Setelah perut terisi pukul 08.30 kami melanjutkan kembali dengan semangat yg menggebu-nggebu. Trek dari Pos 5-Pos 6 cukup menanjak dan masih terdapat bonus. 30 menit berjalan kami tiba di Pos 6 Samyang Jampang. Di pos ini tanahnya sempit dan agak miring

Pos 6-Pos 7

Jpeg

Lanjut dari pos 6 medan lebih menanjak dan minim bonus. Jarak menuju pos 7 hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Sampai di Pos 7 Samyang Kendil terdapat bangunan seperti Pos 1 dan 5. Di sini banyak tenda karena memang menajdi pilihan lain untuk bermalam selain pos 5.

Pos 7-Pos 9/Plawangan

JpegJpegJpegJpeg

Menuju Plawangan medan tetap menanjak dengan vegetasi sudah terbuka dan terlihat jelas Gunung kembar Sindoro-Sumbing. Saat berjalan sesakali kami istirahat untuk mengatur nafas dan menengguk air. Sampai di Plawangan/pos 9 kami kembali istirahat cukup lama untuk mengisi tenaga karena medan dari sini sampai puncak sangat terjal berupa batu dan kerikil. Di Pos ini terdapat tanda merah sebagai tanda turun dari puncak. Tapi sayang tanda itu sudah disentuh oleh coretan-coretan dan stiker tidak berguna alias sudah tidak suci  😀

Plawangan(Batas Vegetasi)-Puncak Gunung Slamet

Jpeg

Setelah cukup istirahat kami kembali lanjut menyusuri trek batu yg sangat curam. Kami berjalan lebih hati-hati karena lambat dan terasa sangat berat. Saat melalui trek seperti ini lebih baik menggunakan sepatu untuk melindungi kaki,karena memakai sandal tidak direkomendasikan oleh pihak Basecamp. Beberapa kali kami berhenti sejenak sambil mengatur nafas yg terdengar seperti orang terkena asma akut. Langka demi langkah kami angkat dan akhirnya sampai di Puncak pukul 11.45. Tiba disini angin sangat kencang,namun beruntung bagi kami karena cuaca sangat cerah dengan lautan awan sejauh mata memandang. Terlihat Gunung Ciremai di sebelah barat dan Gunung kembar Sindoro-Sumbing disebelah timur. Bekal dan snack yg dibawa kami makan dengan lahapnya,dan saya lebih memilih menikmati sebatang rokok dibalik batu untuk menghindari angin hahaha.

Puncak Slamet memiliki kawah yg masih aktif dan mengeluarkan asap. Terdapat jalan setapak untuk menuju bibir kawah. Setelah cukup mengambil gambar kami pun turun pukul 13.45 dan lagi-lagi di depan sudah menanti trek curam yg harus di lewati. Sampai plawangan kami istirahat sejenak sambil menunggu  rombongan yg masih tertinggal. Setelah sampai pos 5 kami packing dan memungut sampah hasil perbekalan. Sekedar info peraturan dalam mendaki Gunung Slamet maksimal setiap 5 pendaki diharuskan membawa 1 buah tresbek untuk wadah sampah dan membawanya turun kembali. Sebagai contoh rombongan kami berjumlah 15 orang maka wajib membawa 3 buah tresbek.

Pukul 16.00 Pak Untung, Pak Agus, Dias, Tria turun lebih dahulu ditemani Zaroh  karena keesokan harinya mereka ada acara lain. Mereka memutuskan pulang Solo menggunakan bus malam. Lanjut lagi setelah packing selesai pukul 18.45 kami akhirnya turun. Setelah melawati berbagai pos dan terakhir gapuran pendakian kami sampai basecamp pukul 23.00. Masuk basecamp saya langsung membooking carter untuk besok pagi dengan biaya Rp400.000,00.

Day 3

Keesokan harinya pukul 07.00 kami berangkat dari Basecamp ke Stasiun Purwokerto dengan berdesakan. Bisa dibayangkan satu mobil carry dipaksa menelan 10 orang bersama “kulkas-kulkasnya”. Sampai Stasiun kami menyempatkan sarapan sembari menunggu kereta Joglokerto yg akan membawa kami pulang. Setelah berada di dalam kereta seperti biasa kami tidur dengan pulsanya. Pukul 14.45 kami tiba di Stasiun Balapan dan langsung meluncur ke kmapus UNS menggunakan BTS dengan tarif Rp 4000/orang.

Dan akhir dari cerita ini kami sampai di Kampus UNS dengan rasa syukur telah diberi keselamatan dari berangkat sampai kembali pulang dan sukses menginjakkan kaki di Atap Jawa Tengah,yeeeeahhhhhhh ! !

Jpeg

Catatan waktu dari Basecamp sampai Puncak Slamet
Basecamp – Pos 1 2 jam
Pos 1 – Pos 2 1 jam 30 menit
Po 2 – Pos 3 1 jam 30 menit
Po 3 – Pos 4 40 menit
Pos 4 – Pos 5 1 jam 40 menit
Pos 5 – Pos 6 30 menit
Pos 6 – Pos 7 15 menit
Pos 7 – Plawangan 50 menit
Plawangan – Puncak 1 jam
Total 9 jam 20 menit

Ditulis oleh       : Khanif Zulkarnaen

MEPA 14.016

img-20160817-wa0054

Jpeg

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s