PENELUSURAN GOA PULE JAJAR 2016

img20160911092127

Pada tanggal 9-11 September 2016 MEPA-UNS mengadakan Latihan alam penelusuran Goa Pule Jajar. Kegiatan ini merupakan proker divisi yang digunakan untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan kepada anggota MEPA-UNS maupun umum. Materi yang ingin diberikan pada penelusuran goa kali ini yaitu Etika Penelusuran Goa dan Mapping. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini yaitu sebanyak 17 orang yang terdiri dari 13 dari anggota MEPA-UNS (Nata, Haryati, Shulton, Sih, Zaroh, Lutfan, Cahya, Budi, Yohannes K, Shiddiq, Mega, Chamidah, Anggi) dan 3 dari mahasiswa FEB UNS (Ulfa, Ilham, Desi) dan 1 dari umum (Septian). Goa ini terletak di desa Jepitu, Gunung Kidul, Yogyakarta. Goa ini sudah memiliki instalasi saluran air yang dapat dimanfaatkan namun saluran tersebut masih terbatas sehingga belum dapat dimanfaatkan oleh penduduk sekitar secara optimal. Karakteristik goa ini memiliki mulut goa yang vertical sedalam 2 meter dan 7 meter. Untuk memasuki goa ini sudah terpasang tangga pada jalur vertical namun kondisi tangga tersebut cukup memprihatinkan sehingga diperlukan alat pengaman tambahan untuk menuruni goa ini. Goa ini merupakan goa yang berair dan bercabang.

Hari jumat, 9 September 2016 pukul 20.00 WIB kami berangkat dari sekretarian menuju ke basecamp Goa Pule Jajar. Kami menginap di basecamp KOMBI yaitu kediaman bapak Rubianto. Kami tiba di basecamp sekitar pukul 23.3o WIB. Setelah sampai kami melakukan briefing untuk acara esok hari, setelah itu kami bergegas untuk istirahat.

Pagi harinya, Sabtu 10 September 2016, kami melakukan persiapan. Sekitar pukul 08.30 WIB setelah selesai sarapan pagi dan persiapan kami bergegas menuju ke lokasi goa. Jarak dari basecamp menuju goa sekitar 1 KM. Setibanya disana kami melakukan pemanasan dan tim rigging/leader memasang pengaman untuk turun. Seharusnya tim rigging sudah dapat memasang pengaman lebih awal namun karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat sehingga pemasangan pun ditunda. Pengaman yang kami pasang yaitu webbing sebagai pegangan dan tali kernmantel sebagai backup. Kondisi goa tersebut cukup berbahaya apabila pada saat hujan. Di goa tersebut terdapat lorong sempit yang dapat terisi air sampai ke atap goa apabila terjadi hujan deras. Kondisi pada waktu itu cukup aman karena lorong tersebut masih dapat ditelusuri. Setelah tim rigging memasang pengaman dan mengecek kondisi goa, sekitar pukul 11.00 WIB peserta pun masuk ke dalam goa. Sekitar pukul 12.00 WIB semua peserta (14 orang, 3 tersisa berjaga diluar) telah selesai menuruni lintasan vertical yang ke 2 yaitu sedalam 7 meter dengan lancar. Setelah itu kami lanjut menelusuri goa. Goa ini cukup panjang dan memiliki beberapa percabangan. Jalur yang kami lewati yaitu jalur yang menuju ke arah waterfall dg jarak tempuh kira-kira 1 KM. Di tengah perjalanan kami menemui chamber kamipun beristirahat sejenak dan disitulah kami mulai memetakan chamber tersebut. Namun karena kesalahan teknis kami gagal untuk memetakan chamber tersebut. Lalu kamipun melanjutkan perjalanan. Setibanya di waterfall kira-kira pukul 13.30 WIB. Ketinggian waterfall tersebut kira-kira 3-4 meter dan memiliki kolam selebar 8-10 meter. Setelah sampai di waterfall, kami beristirahat dan mengambil beberapa foto. Setelah itu kami pun kembali melalui jalan masuk tadi, ditengah perjalanan kami bertemu dengan rombongan dari ASC Yogyakarta. Selesai penelusuran kira-kira pukul 15.00 WIB semua peserta telah sampai di luar goa. Setelah itu kami bersih-bersih di tanki-tanki air yang tersedia di sekitar goa. Pukul 17.00 WIB kami memutuskan untuk berwisata ke pantai Nampu, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari basecamp. Daerah ini memiliki banyak wisata pantai, salah satu yang paling terkenal yaitu pantai Wedi Ombo. Setelah puas bermain di pantai kami pun makan bersama dengan menu ikan bakar di pantai. Pukul 19.00 WIB kami kembali ke basecamp untuk beristirahat.

Minggu 11 September 2016, setelah beres-beres basecamp, sekitar pukul 09.00 WIB kami pulang menuju solo. Setelah itu kami melakukan ritual wajib setelah kegiatan, “Mencuci Alat.”

Catatan Khusus:

  • Penelusuran goa tidak direkomendasikan pada saat hujan, apalagi di goa ini terdapat lorong sempit yang dapat terisi penuh oleh air.
  • Kondisi tangga sudah cukup lapuk, meskipun masih cukup aman untuk dituruni sebaiknya menggunakan pengaman tambahan.
  • Goa ini memiliki beberapa percabangan, perlu diperhatikan dan dicermati ketika penelusuran maupun ketika perjalanan pulang.
  • Tetap menjaga etika dalam penelusuran goa.

img_5644img_5658img_5665img_5666img_5679img_5765img_5784

img_5911img_20160910_165332img_20160910_170654

Sie Publikasi 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s