Penelusuran Goa Sodong , Pracimantoro, Wonogiri

Sabtu 7 Januari 2017,

Pagi itu ..

Perjalanan berawal dari tempat petak kecil yang selalu ada keramaian dan sering kita sebut “sekre”. Ditempat itu kita berkumpul, bercanda tawa dan melakukan berbagai aktivitas. Terlihat ramai dan sedikit kesibukan untuk penelusuran goa.

Selain hendak penelusuran Goa Sodong, kita main juga ke museum karst, keduanya berada di satu kompleks kawasan museum karst yang terletak di Pracimantoro Wonogiri.

Anggota yang ikut kegiatan ini adalah:

  1. Defy (Mepa 10.001 )
  2. Budi (Mepa 12.003 )
  3. Sih (Mepa 13.007)
  4. Suci (Mepa 14.004 )
  5. Atikah (Mepa 14.010 )
  6. Lutfan (Mepa 14.017)
  7. Sulthon (Mepa 14.22 )
  8. Zaroh (Mepa 14.025)
  9. Cahya (Mepa 15.002)
  10. Desi (Mepa 16.002 )
  11. Dela (Mepa 16.008 )
  12. Susi (Mepa 16.009 )
  13. Tesia (Mepa 16.010 )


Jarum jam menunjukkan pukul 06.30 WIB kita sarapan nasi bungkus, suatu kenikmatan sederhana yang dilakukan bersama. Selesai sarapan, kita packing kemudian briefing dan berangkat. Kita berangkat pukul 07.30 Wib.

Rute perjalan yang kami lewati yaitu, Bekonang Karanganyar – Nguter Sukoharjo – Wonogiri kota – Wuryantoro – Eromoko – Pracimantoro, dengan jarak tempuh kurang lebih 2,5 jam.

Pukul 10.00 sampai di pintu masuk kawasan karst. Cuaca saat itu mendung sehingga kami dihadang petugas untuk tetap menyusuri goa. Ya, tentu yang ditakutkan petugas sama dengan yang kami takutkan. Mengingat goa tersebut adalah aliran air yang cukup agak deras. Jika hujan turun pasti debit air nya bertambah. Kita mencoba memberi pengertian kepada petugas , bahwa kita akan berhati-hati, menjaga satu sama lain, dan tidak lama-lama berada di dalam goa. Akhirnya ijin masuk goa pun kami dapatkan.

Sebelum penyusuran dimulai , Koor Caving memberikan briefing apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat di dalam goa, bahaya goa , dan memberi tugas kepada peserta untuk mereview materi apa saja yang ditemui di dalam goa.

Pukul 10.30 Wib penyusuran dimulai dengan estimasi waktu 1,5 jam harus sudah kembali. Didalam goa kami mempelajari banyak hal diantaranya tentang ornamen goa seperti stalaktit (ornamen yang tumbuh dibagian atas goa), stalakmit (ornamen yang tumbuh dibagian bawah goa), pilar (ornamen stalaktit dan stalakmit yang menyatu), dan flowstone (aliran air melalui retakan atau bidang antar lapisan dinding bagian goa), terdapat beberapa hewan goa diantaranya, kelelawar, laba-laba, jangkrik, kodok,dan lain sebagainya, selain itu disana juga terdapat guano (kotoran kelelawar) yang baunya sangat menyengat di indra penciuman. Kita juga menemui lubang layaknya sumur , dimana air dengan derasnya mengalir kebawah. Sehingga kita harus melewati jalur lain. Dan melewati water fall yang deras aliran nya.

Untuk sampai ke dalam goa kami melewati beberapa rintangan diantaranya genangan air yg mencapai sedada  sehingga kita harus berenang,dan menggunakan teknik traves di bebatuan. Kami berjalan satu persatu sekiranya depan kita sudah aman dilanjut dengan orang berikutnya dengan saling berpegangan webbing.

48 menit berlalu, sampai pada ujung kita berjalan ada pilar yang berdiri dengan caktiknya. Namun sayang banyak sampah yang menempel pada nya, karena goa ini aliran sungai jadi banyak sampah yang terbawa masuk. Hati-hati jika berjalan disekitar pilar ini, karena banyak lubang yang langsung turun, yang tingginya kurang lebih 5-8 meter. Penat perlahan hilang, segera kami keluar dari goa sembari mengeluarkan trashbag dan memungut sampah di sepanjang jalur yang kita lewati tadi.

Ketika penelusuran ini, kita tidak hanya masuk dan melihat-lihat saja, tetapi kita juga membersihkan sampah nonorganik yang ada di goa. Sampah kita ambil ketika perjalanan balik keluar.

Sembari menunggu giliran membersihkan diri, kita bermain di air terjun yang berada di seberang goa. Selesai membersihkan diri dan makan siang, kami berkunjung ke museum karst.

Kita berkeliling museum dipandu dan diterangkan oleh petugas mengenai seluk beluk terjadinya kawasan karst, terbentuknya goa, wilayah mana saja yang ada goa nya baik di Indonesia maupun Luar Negeri. Selesai berkeliling, kita menonton film dokumenter tentang kawasan karst dan macam-macam nya selama 20 menit.

By:

Koor Caving

Zaroh K.O (MEPA 14.025)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s