SINERGI WUJUDKAN BANK SAMPAH

sinergi-wujudkan-bank-sampah
Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam (MEPA) UNS bersama warga RT 1/RW 6, Kelurahan Papahan, Kabupaten Karanganyar, tengah melakukan pemilahan dan penimbangan sampah, Sabtu (20/8).

(Satya Adhi)

Karanganyar, saluransebelas.com – Mahasiswa Ekonomi Pencinta Alam (MEPA) UNS berkerja sama dengan masyarakat setempat, menjalankan program bank sampah di Kelurahan Papahan, Kabupaten Karanganyar. Melibatkan lima RT dari dua RW, program ini telah dilaksanakan sejak Juni lalu.

Rohmad Sapto Utomo selaku panitia kegiatan menyatakan, Kelurahan Papahan dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan. “Pertama dari volume sampah, di sini cukup banyak. Lalu sini juga termasuk pemukiman padat penduduk. Selain itu, sebelumnya pemerintah setempat sudah mencanangkan program ini [bank sampah]. Tapi belum sampai ke masyarakat,” ujarnya ketika ditemui saat proses pemilahan sampah, Sabtu (20/8).

Continue reading “SINERGI WUJUDKAN BANK SAMPAH”

Advertisements

Kisah Inspiratif Wanita Terjelek di Dunia Dulu kerap di-bully, kini jadi motivator.

Lesthia Kertopati
Rabu, 8 Januari 2014, 15:39 WIB
Lizzie Velasquez, Wanita Terjelek di Dunia (Blitzquotidiano)
 Image
Lizzie Velasquez, 24, didiagnosa mengidap sindrom langka, neonatal progeroid atau percepatan penuaan dini yang membuat tubuhnya tidak bisa menyimpan lemak. Tidak peduli berapa banyak dia makan, berat badan Lizzie tidak bisa bertambah dan hal tersebut membuatnya malnutrisi.

Akibatnya, Lizzie tampak begitu kurus. Dia terlihat bagai tulang terbungkus kulit. Lizzie pun kehilangan salah satu penglihatannya. Mata kanannya kini buta.

Tapi, gadis berusia 24 tahun tersebut tidak putus asa. Dia bahkan menjadi sumber inspirasi tentang arti cantik.

Continue reading “Kisah Inspiratif Wanita Terjelek di Dunia Dulu kerap di-bully, kini jadi motivator.”

Elang Kelabu

Nama Indonesia: Elang Kelabu

Nama Ilmiah : Butastur indicus (Gmelin, 1788)

Nama Inggris : Grey-faced Buzzard

Karakteristik

Berukuran sedang 45 cm dengan rentang sayap 96 – 110 cm untuk pejantan. Sayap panjang dan menyempit dengan ujung sayap meruncing (pointed wings tip). Berwarna kecoklatan denga dagu putih. Terdapat garis mesial di tenggorokan dan kumis hitam. Bagian sisi kepala agak kehitaman, bagian atas kecoklatan dan coretan menggaris kehitaman. Bagian dada coklat berdoret kehitaman, sedangkan bagian bawah yang lainya berwarna coklat pucat dengan garis kecoklatan. Ekok panjang dengan garis hitam tebal. Ujung ekor membulat. Iris kuning, paruh abu-abu, sera dan kaki kuning.

Penyebaran Di Dunia jenis ini tersebar mulai dari Rusia bagian timur, Cina timur laut, Korea dan Jepang kecuali Hokaido dan Okinawa. Di Indonesia tersebar di Sumatra, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Suara : “cit – kwii” dengan nada kedua yang meninggi. Individu remaja sangat berisik pada saat musim migrasi(Thailand)

ciri khas dengan sayap yang panjang dan menyempit pada ujungnya/ Asman A. Purwanto

Habitat Hutan basah, savana, pegunungan dan perkebunan. Di jepang menggunakan hutan pinus untuk berbiak. Di indonesia mengunjungi hutan-hutan dataran rendah yang memiliki bukaan.

Berbiak Musim kawin antara bulan Juni – Agutus. Jumlah telur 2 – 4 dengan masa pengeraman 33 hari dan meninggalkan sarang pada umur 36 – 39 hari. Di Indonesia tidak ada catatan sarang dan aktifitas berbiak.

Makanan Makanan utamanya adalah mamalia kecil, reptilia, seperti ular dan kadal. Katak dan serangga.

Status Migrasi Compelete Migrant; merupakan pengunjung musim dingin dari utara bermigrasi ke Sumatra, Jawa dan Sulawesi. Catatan terbanyang di Sulawesi ( >. 4000 individu).

Perilaku pada saat bermigrasi adalah berkelompok dalam jumlah besar/ Photo © Nial Moores

Kebiasaan Mendiami daerah berhtan sampai ketinggian 1.500. Terbang pelan dan suka berburu dari tempatnya bertengger.

Status Perlindungan Dilindungi undang-Undang No. 5 Tahun 1990, Peraturan Pemerintah No. 7 dan 8 Tahun 1999. Appendix II CITES.

Elang Bondol

Nama Indonesia : Elang Bondol

Nama Inggris : Brahminy Kite
Nama Ilmiah : Haliastur indus (Boddaert, 1783)
Karakteristik
Berukuran sedang 44 – 52 cm. Rentang sayao 110 – 125 cm. Tubuh berwarna putih dan coklat pirang kemerahan. Individu dewasa kepala, leher dan dada putih. Sayap, punggung, ekor dan perut coklat terang yang terlihat sangat kontras dengan bulu primer yang hitam. Seluruh tubuh individu remaja kecoklatan dengan coretan pada dada hingga perut. Warna akan mulai berubah menjadi putih rata – rata pada umur kedua dan mencapai dewasa penuh pada tahun ketiga. Individu remaja terkadang banyak keliru dalam identifikasi dengan Elang Laut Perut Putih(Haliaeetus leucogaster)remaja. Kemudian, perbedaan individu remaja dengan Elang Paria (Milvus migrans) ujung ekor bundar bukan menggarpu (fork). Iris coklat pada individu remaja dan kuning pada individu dewasa. Paruh dan sera abu – abu kehijauan, tungkai dan kaki kuning.
 
Penyebaran
Di Indonesia tersebar diseluruh kepulauan yang ada di Indonesia dari Sumatera hingga Papua.
Suara: Pekikan mengeluh dan mengeong “syii – ii – ii “ atau “kwiiaa”.
Habitat
Ditemukan di daerah perairan berputar – putar sendirian atau berpasangan di atas perairan. Mengunjungi pesisir, sungai, rawa – rawa dan danau hingga ketinggian 3000 m dpl.
Berbiak
Musim berbiak di Asia Tenggara dan Kalimantan bulan Januari – Juli. Di Jawa dan Sulawesi rata – rata bulan Mei – Oktober, Di Kepulauan Seribu mulai bulan Juni – September. Sarang tidak teratur terdiri dari tumpukan ranting, daun dan tumbuhan yang mengapung di air. Lebar sarang yang baru rata – rata 30 cm dan bisa mencapai 75 cm jika terus digunakan berkali – kali. Kedalaman sarang 15 – 20 cm. Jumlah telur rata – rata 2 – 4 butir. Di Kepulauan Seribu 2 butir telur dengan masa pengeraman 28 – 35 hari.
 
Status Migrasi; Penetap
Makanan
Makanan utamanya adalah Ikan, termasuk yang sudah mati. Udang, amfibia, mamalia kecil, burung dan kadang anak ayam. Memakan serangga besar.
Kebiasaan
Terbang berputar diatas perairan sendiri atau berkelompok. Sering memakan sambil terbang.
Status Perlindungan
Dilindungi Undang – undang No 5tahun 1990 dan PP 7 & 8 Tahun 1999.  Appendix II CITES.
sumber: raptor indonesia

Elang-ular Jari-pendek

Photographs by Nitin S, 2009

Nama Indonesia : Elang- Ular Jari – Pendek    

Nama Ilmiah: Circaetus gallicus (Gmelin, 1788)

English : Short – toed S

Karakteristiknake – eagle

Berukuran besar 65 cm. Rentang sayap 166 – 155 cm. Berwarna putih pucat. Tubuh kekar, bagian atas coklat keabu – abuan. Tubuh bagian bawah berwarna putih dan terdapat coretan gelap, tenggorokan dan dada warna coklat. Terdapat garis – garis yang melinta

ng samar pada perut. Ekor bergaris hingga empat garis terlihat samar. Individu remaja warnaya lebih pucat daripada individu dewasa. Pada saat terbang sayap terlihat panjang dan lebar dengan leher dan kepala besar dan pendek. Terdapat garis panjang yang mencolok pda penutup sayap yang terlihat pada saat terbang. Iris kuning, paruh hitam, sera abu – abu dan kaki kehijauan.

Penyebaran

Merupakan jenis yang tersebar luas di dunia mulai dari Afrika, Erasia, India, Cina dan Indonesia. Di Asia Tenggara kemungkinan migrasi tidak lengkap.

Di Indonesia jenis ini tersebar di Sumatra ( Van Marle & Vocus 1988), Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara atau di Kawasan Sunda Kecil. Di Jawa dan Bali hanya sedikit catatan seperti di jawa timur hanya beberapa perjumpaan di TN Baluran. Tidak ada catatan di bali setelah Ash (1984).

Suara: Tidak pasti, cenderung diam pada musim dingin dan kadang – kadang mengeong meratap.

Habitat

Jarang ditemukan di hutan lebat. Jenis ini lebih menyukai hutan basah dataran rendah denga tipe vegetasi campuran seperti savana, ladang, dan daerah – daerah terbuka.

Photographs by Chukiat Nualsri, Chumpon, Thailand

Berbiak
Musim kawin antara bulan April – Juni. Sarang terbuat dari tumpukan ranting dan dedaunan yang diletakan pada pohon dengan ketinggian 20 – 30 meter. Jumlah telur hanya 1 (satu) dengan masa pengeraman rata – rata 47 hari.
Makanan
Makanan utamanya adalah Ular, katak atau kodok, reptile lainya seperti bunglon, kadal, anakan biawak, dan kadang – kadang mamalia kecil.
Status Migrasi
Di Jawa dan Bali kemungkinan besar merupakan migrasi dari kawasan Sunda Kecil atau migran dari Asia Tenggara. Merupakan jenis yang melakukan migrasi panjang ( Long Distance Complete migrant).
Kebiasaan

Beberapa catatan menyebutkan jenis ini lebih menyukai daerah pinggir pantai dan semak sekunder. Terbang melingkar dan meluncur dengan sayap yang dibentangkan. Melayang dan mengepakan sayap.

Status Perlindungan

Dilindungi Undang – undang No. 5 tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No. 7 dan 8 tahun 1999. Appendix II CITES.

sumber : raptor indonesia