Pendakian Gunung Lawu Lintas Jalur Via Candi Cetho-Cemoro Kandang

Gunung Lawu adalah gunung yang berada diketinggian 3265 mdpl merupakan gunung yang memiliki keindahan tersendiri. Gunung Lawu berada di antara kabupaten Magetan, ngawi  dan Karanganyar. Antara propinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Gunung satu ini memiliki 3 puncak, yakni puncak Hargo Dumiling, Hargo Dalem dan puncak Hargo Dumilah yang merupakan puncak tertinggi dengan ketinggian 3.265 mdpl. Gunung Lawu ini memiliki beberapa jalur pendakian, diantaranya Jalur Cemoro Kandang, Jalur Cemoro Sewu, Jalur Candi Cetho, Jalur Jenawi, Jalur Ngawi.

Pada pendakian kali ini yang beranggotakan Sofita (saya sendiri), Tesia, Fauzi, Asrofi, Pendi, dan Ira, mencoba untuk melakukan pendakian Gunung Lawu lintas jalur, naik via Candi Cetho, dan turun via  Cemoro Kandang. Jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho merupakan jalur terpanjang di bandingkan dengan jalur-jalur yang lainnya. Dahulu jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho kurang di minati oleh para pendaki, namun berbeda dengan sekarang, para pendaki lebih suka melalui jalur ini karena terdapat pemandangan savana yang melengkapi keindahan di jalur pendakian ini.

Day 1 ( Jumat, 20 Juli 2018 )

1.jpg

Pendakian Gunung Lawu lintas jalur via Candi Cetho-Cemoro Kandang ini dilaksanakan pada tanggal 20-22 Juli 2018. Tepatnya pada tanggal 20 Juli 2018 pukul 13.45 kami berkumpul di depan gedung kesekretariatan untuk briefing dan berdoa terlebih dahulu sebelum berangkat. Setelah itu, kami menuju ke gerbang depan kampus UNS karena kami menggunakan transportasi umum. Jam 14.15 kami berangkat menggunakan bus Rukun Sayur sampai dengan Pom Bensin Karangpadan dengan tarif Rp10.000/orang. Perjalanan ini menempuh waktu 45 menit, sehingga kami tiba di Pom Bensin Karangpandan pada pukul 15.00. Setelah tiba di Pom Bensin Karangpandan, carter mobil yang akan kami gunakan untuk menuju basecamp Candi Cetho sudah menunggu di tempat. Kami melaksanakan ibadah sholat ashar terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Setelah sholat ashar, kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan carter sampai dengan basecamp Candi Cetho dan memakan waktu 45 menit dengan biaya Rp200.000/sekali jalan. Sehingga kami tiba di basecamp pada pukul 16.00.

2

Setelah sampai di basecamp, kami istirahat sebentar lalu berjalan-jalan di area tersebut, kemudian kami berfoto di depan Candi Cetho untuk mengisi waktu luang kami. Setelah selesai foto, kami menuju basecamp lagi untuk beristirahat mengumpulkan tenaga untuk pendakian esok hari.

 

Day 2 ( 21 Juli 2018)

Keesokan harinya, kami bangun jam 04.30 kemudian melakukan ibadah sholat subuh. Setelah itu, kami memasak untuk sarapan. Setelah sarapan, kemudian kami packing ulang dan melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan pendakian.

3

Dari basecamp menuju Pos Masuk

Pada pukul 08.30 kami berangkat dari basecamp menuju tempat registrasi dan mengurus simaksi dengan harga Rp15.000/orang. Karena kami lintas jalur, maka harus menyerahkan fotocopy KTP untuk syaratnya dan ketika sudah sampai basecamp cemoro kandang wajib lapor ke basecamp Candi Cetho. Setelah beres mengurus simaksi, kemudian kami berdoa terlebih dahulu agar pendakian yang kami lakukan bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan suatu apapun. Setelah selesai berdoa, kemudian kami memulai pendakian ini pada pukul 09.00.

Posko masuk ke pos 1

Dari posko masuk ini sudah terlihat bahwa banyak pendaki lain yang sama-sama melakukan pendakian lewat jalur ini. Kami melakukan pendakian dengan berjalan santai, tidak jauh dari posko masuk tadi, terdapat candi kethek yang berada di sebelah kanan jalur pendakian ini. Dari posko masuk sampai pos 1, jalur pendakian masih agak landai dan menanjak konstan sehingga masih belum merasakan kelelahan yang berarti. Track pendakian yang berupa tanah padat menjadikan jalur ini lebih bersahabat dengan pendaki. Dijalur ini, juga terdapat pipa-pipa air yang digunakan oleh masyarakat sekitar. Setelah menempuh waktu sekitar 50 menit, akhirnya kami sampai di pos 1 ( Mbah Branti ). Di pos ini terdapat tanah lapang yang agak luas dan terdapat shelter yang bisa digunakan untuk beristirahat. Di pos ini kami beristirahat sebentar kemudian melanjutkan pendakian kembali.

Pos 1 ke Pos 2

Setelah beristirahat sebentar di pos 1, kemudian kami melanjutkan perjalanan. Dari pos 1 menuju pos 2 ini jalur pendakian masih sama, yaitu berupa tanah padat dengan tanjakan yang konstan. Dan vegetasi yang ada di jalur ini masih agak terbuka, hanya dibeberapa bagian saja yang vegetasinya mulai rapat. Setelah menempuh waktu sekitar 1 jam, akhirnya kami tiba di pos 2 ( Brakseng ). Di pos 2 ini, terdapat tanah lapang yang sedikit lebih luas daripada pos sebelumnya, dan tempat istirahat berada di bawah pohon besar. Sehingga bau-bau mistis mulai tercium dari pos ini.

Pos 2 ke pos 3

Pendakian yang sebenarnya di mulai dari pos 2 ke pos-pos berikutnya. Karena track pendakian yang berupa tanah dan  sudah mulai menanjak sehingga menguras banyak tenaga. Jalur dari pos 2 ke pos 3 merupakan jalur terpanjang sepanjang pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho. Di jalur ini pepohonan mirip lamtoro mulai mendominasi. Di antara pos 2 dan pos 3, sekitar 15 menit sebelum pos 3, terdapat sumber air. Di sini kami beristirahat sebentar dan melakukan ibadah sholat dzuhur. Setelah sholat, kami mengisi bekal air di tempat ini. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke pos 3. Akhirnya setelah memakan waktu hampir 2 jam, kami tiba di pos 3 ( Cemoro Dowo ). Di pos 3 ini terdapat area yang luas dan bisa digunakan untuk mendirikan tenda. Selain itu, terdapat shelter juga yang bisa digunakan untuk beristirahat. Di pos 3 ini kami beristirahat agak lama sembari berbicang-bincang dengan pendaki lain.

Pos 3 ke pos 4

Setelah beristirahat agak lama, dan rasa lelah mulai sedikit hilang, kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali. Jika perjalanan pos 2 sampai pos 3 merupakan jalur terpanjang, maka di perjalanan dari pos 3 ke pos 4 ini merupakan jalur yang paling menanjak dibandingkan dengan jalur yang lainnya. Sehingga di jalur ini tenaga terkuras banyak karena medan yang menanjak. Track masih berupa tanah dengan akar yang melebar pada pertengahan jalan, dan akan lebih merapat lagi ketika akan sampai pos 4. Setelah berjalan selama kurang lebih 2 jam, akhirnya sampai juga kami di pos 4 ( Penggik/Odorante ). Pos ini berupa tempat landai namun tidak seluas pos-pos sebelumnya. Terdapat satu shelter juga yang berada di sebelah kiri jalur pendakian. Di sini kami istirahat tidak terlalu lama karena melihat waktu yang sudah menjelang sore dan sebentar lagi matahari akan terbenam. Setelah kami merasa cukup waktu untuk istirahat sembari melahap bekal makanan yang di bawa, kemudian kami melanjutkan kembali perjalanannya agar sampai pos 5 tidak larut malam.

Pos 4 ke pos 5

Jalur pendakian masih sama seperti sebelumnya yaitu jalan setapak di bawah hutan lebat menanjak. Namun track mulai terbuka ketika melewati  sisi punggungan bukit, sehingga pemandangan indah mulai terpancar di sini. Di atas bukit terdapat padang rumput luas sebelum pos 5, karena hari sudah mulai gelap maka kami tidak sempat berfoto di padang rumput ini dan terus melanjutkan perjalanan. Hanya sekitar 10 menit kami berjalan dari padang rumput tadi, tibalah kami di pos 5. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, dan matahari akan segera terbenam, maka kita memutuskan untuk camp di pos 5 ini karena cuaca dan waktu yang sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Disini kami mulai bergegas untuk mendirikan tenda agar cepat beristirahat. Lalu memasak bekal yang kami bawa untuk menghangatkan badan maupun untuk makan malam kami. Setelah itu kami semua tidur untuk menyiapkan kembali tenaga yang akan di gunakan untuk perjalanan besok sampai ke puncak.

 

Day 3 ( 22 Juli 2018 )

Pos 5 sampai puncak Hargo Dalem

Setelah semalam kami tertidur pulas karena merasakan nikmatnya waktu istirahat di tambah lagi dinginnya Gunung Lawu yang membuat kami enggan untuk bangun, tetapi keadaan harus memaksa kami untuk segera bangun. Kami bangun pukul 05.00 kemudian segera memasak makanan untuk sarapan agar mendapat energi kembali yang kemarin sempat terkuras habis. Setelah selesai sarapan, kami segera packing ulang barang bawaan kami dan segera melanjutkan perjalanan karena sinar matahari yang mulai menyengat. Setelah packing selesai, kami melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum memulai pendakian kembali.

4

Di pos 5 ini kami sempat mengabadikan keindahan yang sangat menakjubkan yang menjadi bagian dari indahnya Gunung Lawu. Setelah berfoto dan berdo’a sekaligus, pukul 08.00 kami melanjutkan perjalanan kembali. Dimulai dengan berjalan santai agar tidak cepat lelah karena medan awal yang kami lalui sudah track yang menanjak.

5

Namun semua itu terbayarkan setelah kami sampai di padang savana yang sangat luas dan menakjubkan, sungguh ciptaan Tuhan Yang Maha Esa begitu indah dan sempurna. Kemudian kami melanjukan perjalanan kembali dan melewati tanjakan yang mirip dengan tanjakan cinta. Kemudian kami sampai di Gupakan Menjangan yang terdapat telaga, namun saat kami tiba di sana, telaga tersebut sedang kering karena memang sedang musim kemarau. Setelah berjalan 1,5 jam lamanya, kami tiba di tempat batu-batu yang berserakan yang dinamakan Pasar Dieng atau Pasar Setan. Waktu menunjukkan pukul 10.50, dan kami tiba di warung Mbok Yem, di sini kami istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak. Karena kami lintas jalur, jadi carrier tidak kami bawa sampai puncak tetapi dititipkan di warung tersebut.

Puncak Hargo Dalem ke Puncak Hargo Dumilah

6

Setelah beristirahat sekitar 15 menit, kami segera bergegas untuk melakukan pendakian ke puncak Gunung Lawu. Waktu yang ditempuh dari warung Mbok Yem sampai puncak yaitu sekitar 30 menit. Track yang dilalui menuju puncak berupa jalan yang menanjak bebatuan. Tidak selang lama sampailah kami di puncak Gunung Lawu. Kami mengabadikan momen di puncak ini dengan berfoto-foto kemudian menikmati bekal buah yang kami bawa dari bawah. Makan buah di puncak Gunung Lawu ditemani dengan pemandangan indah, menambah segarnya buah yang kami makan.

Rasa lelah sudah terbayarkan, kemudian kami bergegas untuk turun ke warung Mbok Yem kembali untuk mengambil barang bawaan kami, dan tidak lupa membawa sampah kami untuk di bawa turun. Sebelum bergegas turun, kami melakukan ibadah sholat dzuhur yang dijamak dengan sholat ashar sekalian. Waktu menunjukkan pukul 13.00, kami mulai melakukan perjalanan turun melalui jalur cemoro kandang dengan berjalan santai karena tracknya naik turun lewat punggungan bukit. Setelah sampai pos 4, kami istirahat sebentar dan bertemu dengan pendaki lain yang sedang naik melalui jalur cemoro kandang. Setelah itu, kami melanjutkan kembali perjalanan turun. Jam 15.30 kami sudah sampai di pos 2. Setelah berjalan 2 jam, tibalah kami di basecamp cemoro kandang pada pukul 17.30. Saat kami tiba di basecamp, ternyata carter yang sudah kami pesan sebelumnya sudah menunggu kedatangan kami. Kemudian kami mengabari basecamp Candi Cetho bahwa kami sudah sampai di cemoro kandang. Kemudian kami segera melaksanakan sholat maghrib dan bergegas pulang. 1 jam lamanya perjalanan, tibalah kami di sekretariat MEPA-UNS. Setelah itu kami segera membersihkan alat-alat yang digunakan selama pendakian, dilanjutkan dengan evaluasi kegiatan. Setelah semua selesai, kami pulang ke rumah masing-masing dan beristirahat.

 

Terimakasih sudah membaca

Leave Nothing But Footprints

Take Nothing But Pictures

Kill Nothing But Time

“Sebuah bangsa tidak akan kehilangan pemimpin yang bijaksan dan adil, selama para pemuda yang hidup di dalamnya masih menyukai menjelajahi hutan dan mendaki gunung.” -Soe Hok Gie

 

Ditulis oleh :

Sofita Sari

MEPA 17.004

Advertisements

EKSPEDISI JOBOLARANGAN

“Pendakian dan Navigasi Darat” 18-23 Agustus 2017

Rute : Tlogo Dlingo – Bukit Mrutu – Gn Mongkrang – Gn Jobolarangan – Gn Sewatu –

Gn Benteng – Gn Kukusan – Bulukerto Wonogiri

1Peserta : Qadama, Dinar, Sofian, Burhan, Lutfan, Tesia, Infus, Ira Continue reading “EKSPEDISI JOBOLARANGAN”

Pendakian Merbabu Lintas Jalur Via Suwanting-Selo

Gunung Merbabu merupakan gunung yang sudah lama tidak aktif atau mati. Gunung ini memiliki ketinggian 3145 mdpl (Puncak Kenteng Songo). Secara administratif gunung ini masuk kedalam beberapa wilayah yaitu kabupaten boyolali, magelang. Gn. Merbabu terkenal dikalangan para pendaki karena trek pendakiannya yang bersahabat bagi pemula sekaligus pemandangan alamnya yang indah. Ada berbagai jalur pendakian Gn. merbabu diantaranya Via Selo, Suwanting, Thekelan, Cuntel dan Wekas. Dan kali ini kami akan melakukan pendakian lintas jalur, naik via Suwanting (magelang) dan turun Via Selo (boyolali). Jalur Pendakian Suwanting adalah jalur baru dalam pendakian Gn Merbabu. Pertengahan maret 2015 jalur ini kembali dibuka secara resmi setelah sekian lama ditutup. Dan jalur Selo adalah jalur yang sangat familiar karena sering di daki oleh para pendaki.

Continue reading “Pendakian Merbabu Lintas Jalur Via Suwanting-Selo”

Catatan Perjalanan Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan 2016

img-20160806-wa0015

Gunung Slamet merupakan gunung api aktif yg terletak di antara 5 kabupaten, yaitu Kabupaten BrebesKabupaten BanyumasKabupaten PurbalinggaKabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Dengan ketinggian sekitar 3428 diatas permukaan laut menjadikan gunung ini tertinggi kedua dipulau Jawa setelah Gunung Semeru.

Day 1

Pada pendakian Gunung Slamet via Bambangan yg dilaksanakan pada tanggal 4 – 6 Agustus 2016, kami berlima belas personil terdiri dari Saya (khanif), Budi, Dinar, Dela, Lutfan, Mega, Zaroh, Aji, Rifki, Yogi, Kurniawan, Pak Untung, Pak Agus, Dias, Tria berkumpul di Stasiun Solobalapan. Dengan tiket yg sudah dipesan sebelumnya kami berangkat pukul 06.15 menggunakan kereta Joglokerto jurusan Solobalapan-Purwokerto dengan tarif yaitu Rp 75.000,00/orang. Setelah mencari tempat duduk sebagian dari kami tertidur untuk menyimpan tenaga. Pukul 10.15 kami sampai di Stasiun Purwokerto dan bertemu bapak pemilik carteran,beliau sudah menuggu kedatangan kami. Tarif carter untuk bak terbuka Rp 250000,00 sedangkan carter mobil carry seharga Rp 350000,00. Dari Stasiun langsung meluncur ke Basecamp Bambangan,Purbalingga,memakan waktu 2 jam an lebih. Sampai Bacecamp pukul 12.30 dan langsung menyantap makan siang. Setelah makan siang kami mengurus ijin pendakian,packing ulang dan malaksanakan ibadah sholat dzuhur. Tarif untuk ijin pendakian sendiri Rp 5000/orang.

Continue reading “Catatan Perjalanan Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan 2016”

CATATAN PERJALANAN PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via WEKAS 2016

Gunung Merbabu merupakan gunung api aktif yang memiliki ketinggian 3142 mdpl. Secara administratif gunung ini masuk kedalam wilayah Magelang,Boyolali,Salatiga dan Semarang. Trek yang tidak terlalu sulit dan pemandangan yang indah membuat Gunung Merbabu sangat terkenal oleh kalangan pendaki khususnya untuk para pemula yang mulai mencoba mendaki diatas 3000 mdpl. Ada berbagai jalur yang dapat dipilih untuk mencapai puncaknya diantaranya yaitu via : Selo, Suwanting, Thekelan, Cuntel dan Wekas.

Pada pendakian kali ini yang beranggotakan Budi, Yohan K, Mega, Asih, Dian, Gilbert, Anggi, Ridho dan Khanif (saya sendiri) mencoba untuk mendakinya lewat sisi utara Merbabu tepatnya via Wekas, Magelang dan turun via Selo, Boyolali. Jalur ini terkenal dengan treknya yang lebih pendek dari pada jalur lain, lebih menanjak, dan minim bonus. Setelah cari-cari info mengenai jalur ini akhirnya kami sepakat berangkat pada tanggal 5 Februari 2016 menggunakan transportasi umum. Continue reading “CATATAN PERJALANAN PENDAKIAN GUNUNG MERBABU via WEKAS 2016”

Pendakian Gunung Sindoro

Kali ini saya akan memamarkan catatan perjalanan kami saat pendakian Gunung Sindoro via Desa Kledung. Berangkat dari kampus FEB UNS hari Jum’at, 6 Februari 2015 pukul 07.30 kami ber-19 menuju boulvard dan naik bus menuju terminal Tirtonadi.

Sesampainya di terminal Tirtonadi pukul 08.00 kami langsung naik bus Sumeh dan ternyata masih ngetem sampai pukul 09.00. Mulai lah perjalanan menuju Wonosobo dengan tarif bus 25rb per orang. Pukul 14.30 kami turun dari bus langsung depan basecamp Kledung. Setelah makan siang, persiapan, dan pemanasan kami berdoa dan memulai pendakian pukul 15.00. Karena rombongan berisi 19 orang, maka dibagi dua tim atau kloter supaya meningkatkan efisiensi waktu pendakian. Continue reading “Pendakian Gunung Sindoro”

Pendakian Gunung Wilis Via Candi Penampihan (29 – 31 JANUARI 2013)

Gunung Wilis adalah sebuah gunung non-aktif yang terletak di Pulau Jawa, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Gunung Wilis memiliki ketinggian 2552 meter. Puncaknya berada di perbatasan antara enam kabupaten yaitu Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, dan Trenggalek.

Pada pendakian ke Gunung Wilis kali ini dilakukan pada tanggal 29-31 Januari 2013 melalui Jalur Candi Penampihan yang terletak di desa Nglurup, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Peserta yang ikut berpartisipasi ada 12 yaitu Fauzi, Faiz, Fajar, Rakai, Bagas, Dhany, Mas Bunder, Syeila, Watik, Nurmala, Keke dan Mb Ayu.

Gambar

Continue reading “Pendakian Gunung Wilis Via Candi Penampihan (29 – 31 JANUARI 2013)”